The Greenback Terkoreksi Saat Sentiment Resiko Membaik

Keperkasaan The Greenback nampaknya mulai goyah, setelah pada sesi transaksi hari Rabu kemarin (20 Oktober 2021) terdeteksi mengalami tekanan oleh rival mata uang utama lainnya.

Faktor katalis tersendatnya performa USD adalah membaiknya sentiment resiko dan pola alihan fokus investor terhadap kenaikan harga komoditas, serta nuansa optimisme yang membayangi pasar global mengenai prospek Bank-Bank Sentral global untuk mendongkrak suku bunga guna menyiasati lonjakan inflasi.

USD menggapai level puncak 1 tahun terhadap rival mata uang utama lainnya pada sepanjang sesi transaksi pekan lalu (11-15 Oktober 2021), menyusul sikap para partisipan forex market yang meningkatkan keyakinannya bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumya, demi meredam kenaikan harga.

Namun, keyakinan tersebut mulai meredup, sementara para investor mengalihkan atensinya pada kemungkinan Bank-Bank Sentral negara ekonomi utama juga berpotensi mendongkrak suku bunga yang boleh jadi lebih agresif, berbarengan dengan mata uang yang berelasi erat dengan komoditi, yaitu dollar Kanada dan dollar Australia yang terdeteksi terus menguat

Indeks dollar (.USD) telah terkelupas valuenya sebesar 0.24% menuju level 93.57

Namun, potensi USD untuk kembali berbalik mengendalikan tren belum secara utuh telah memudar, bila para investor global mulai mengurangi keyakinannya perihal kenaikan suku bunga di negara lain; mengingat faktor internal dari aspek fundamental ekonomi Amerika Serikat pun, sejauh iniā€”masih sangat konstruktif untuk prospek pertumbuhan.

Di sisi lain, GBPUSD tampil cukup impresif, menyusul rilisan data inflasi Inggris yang tertera lebih lamban pada bulan September. Namun data tersebut nampaknya kecil pengaruhnya terhadap ekspektasi yang telah menggumpal di ranah pasar uang berkenaan dengan prospek kenaikan suku bunga oleh BoE (akan menjadi Bank Sentral pertama dari negara terkemuka lainnya), yang akan menaikkan suku bunga.

GBPUSD pada sepanjang sesi transaksi hari Rabu kemarin , sukses menyapa level high intra day (1.38330), setelah sempat tergelincir dan bersimpuh sejenak pada level low 1.37409.

Related posts