Tingkat Pengangguran Inggris Turun

Secara tidak terduga tingkat pengangguran di Inggris mencatat penurunan untuk kedua kalinya berturut-turut menjadi 4.9% selama periode Desember hingga Februari, yang mana periode tersebut saat dimana Inggris memberlakukan kebijakan lockdown Covid-19 yang ketat.

Sementara sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa tingkat pengangguran akan naik menjadi 5.1% dari 5.05 dalam tiga bulan hingga Januari, yang mana menurut Office for National Statistics bahwa angka terbaru tersebut menunjukkan bahwa pasar pekerjaan telah stabil secara lebih luas dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan mengutip data dari kantor pajak Inggris, pihak ONS mengatakan bahwa jumlah karyawan dalam daftar gaji perusahaan mencatat penurunan sebanyak 56 ribu di periode antara Februari dan Maret, sehingga membalikkan langkah perbaikan baru-baru ini.

Dengan demikian hal ini telah mendorong jumlah total pekerjaan yang hilang sejak awal pandemi menjadi sebanyak 813 ribu, dan menyebabkan ekonomi Inggris mengalami penyusutan hampir 10% di tahun 2020 lalu, setelah mengalami penutupan yang lebih lama dari kebanyakan negara lainnya.

Namun demikian saat ini Inggris tengah dalam proses untuk mencabut kebijakan lockdown ketiganya, sementara negara-negara lainnya di Eropa justru memperketat kebijakan pembatasan mereka baru-baru ini.

Pada bulan Maret lalu Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak telah memperpanjang tunjangan cuti, yang merupakan sebuah skema untuk tetap membayar gaji sekitar satu dari lima karyawan, hingga akhir bulan September mendatang.

Tanpa diberlakukannya skema tersebut maka tingkat pengangguran di Inggris berpotensi akan jauh lebih tinggi dan kemungkinan akan mengalami peningkatan saat program itu berakhir di awal Oktober mendatang.

Sedangkan pada bulan April tahun lalu, Office for Budget Responsibility mengatakan bahwa tingkat pengangguran berpotensi mencapai kisaran 10%, sehingga Sunak berharap bahwa saat skema cuti berakhir, maka saat itu sebagian besar ekonomi telah bebas dari pembatasan Covid-19, setelah diluncurkannya vaksinasi virus corona secara lebih cepat.(WD)

Related posts