Tingkat Rekrutmen Australia Naik Secara Tidak Terduga

Para pengusaha di Australia secara tidak terduga melakukan penambahan lapangan kerja hingga puluhan ribu selama bulan Oktober, di saat kebijakan pembatasan aktifitas yang ketat di Victoria mulai dicabut, dimana pekerja di sejumlah negara bagian menjadi kekuatan pasar tenaga kerja di tengah pemulihan ekonomi yang semakin cepat.

Jumlah pekerjaan mengalami lonjakan hingga 178,800 selama bulan Oktober lalu, mematahkan ekspektasi ekonom yang memperkirakan adanya penurunan jumlah pekerjan sebanyak 27,500, sementara tingkat pengangguran hanya naik tipis menjadi 7% dari 6.9% pada bulan September, seiring lonjakan tingkat partisipasi yang mencatat kenaikan hampir 1 poin persentase menjadi 65.8%.

Bjorn Jarvis yang menjabat sebagai kepala Statistik Tenaga Kerja di ABS, mengatakan bahwa berita yang menggembirakan untuk pasar tenaga kerja saat ini adalah kenaikan jumlah lapangan kerja yang tercatat hari ini, dibarengi pula dengan kenaikan yang kuat di jumlah jam kerja, khususnya di negara bagian Victoria, yang meningkat sebanyak 81,600 orang atau sekitar 2.5% setelah pemerintah setempat mulai melonggarkan kebijakan pembatasan di bulan lalu.

Selain itu kebijakan pembatasan di Melbourne mulai dikurangi di bulan yang sama, di saat jumlah warga yang terinfeksiCovid-19 pada akhirnya mampu dikendalikan.

Di saat warga negara bagian Victoria mulai kembali beraktifitas dan mendukung pasar tenaga kerja, pihak Reserve Bank of Australia mengharapkan adanya lonjakan partisipasi kerja yang mampu mendorong tingkat pengangguran ke level yang stabil di bawah 8%.

Sementara itu negara bagian lainnya juga telah mulai pulih dalam kecepatan yang beragam, sehingga Bank Sentral Australia memperkirakan laju ekonomi negara tersebut akan berkembang seiring tingkat kepercayaan sektor rumah tangga dan bisnis yang mulai menguat.

Pada bulan ini pihak RBA telah menyuntikkan stimulus moneter terbaru sebagai upaya memanfaatkan penyusutan jumlah kasus infeks virus, dan kebijakan lainnya yang diterapkan oleh bank sentral adalah memangkas suku bunga utama, target kurva hasil dan suku bunga fasilitas pinjaman bank menjadi 0.10% dari 0.25% serta sekaligus mengeluarkan program pelonggaran kuantitatif senilai A$100 miliar ($73 miliar).

Dalam hal ini pemerintah memiliki anggaran yang tepat untuk merangsang pertumbuhan, yang mencakup kebijakan pemangkasan pajak penghasilan, insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan karyawannya dan berinvestasi serta melakukan belanja infrastruktur tambahan guna meningkatkan aktifitas.

Kepala Ekonom di BIS Oxford Economics, Sarah Hunter mengatakan bahwa data yang dirilis pada hari ini menunjukkan dengan jelas bahwa hasil kesehatan yang positif serta dukungan fiskal dan moneter mampu mendorong terjadinya rebound dalam aktifitas ekonomi, dan dengan asumsi bahwa pandemi tetap terkendali maka laju pemulihan seharusnya akan terus berlanjut hingga 2021 mendatang.

Lebih lanjut pihak RBA mengatakan bahwa prospek ekonomi Australia yang lebih baik serta dikombinasikan dengan harga komoditas yang lebih kuat akan mampu mendorong tingkat apresiasi terhadap nilai tukar hingga 27% dari posisi terendahnya di pertengahan Maret lalu, namun meskipun hal ini sejalan dengan fundamental tetapi nilai tukar mata uang yang lebih lemah dinilai akan membantu laju pemulihan.(WD)

Related posts