USD Tersendat, Oil Bergeliat Tipis

Para partisipan pasar uang dan pasar saham kini tertuju atensinya pada satu tanya:” Apakah  China Evergrande Group (HK:3333) akan gagal bayar pada hari Kamis lusa (23 September 2021) ?”

Isu sentral yang belakangan mencuat dan mengejutkan di ranah pasar uang dan ekuitas adalah terkait bunga senilai 83.5 juta USD yang mesti dibayar China Evergrande dengan total hutang obligasi sebesar 305 milyar USD.

Untuk meredam gejolak yang berpotensi semakin massif dan serentak skalanya, para investor kini sedang menanti tindakan dari Otoritas Pemerintah Cina, demi setidaknya  mengurangi kepanikan—yang mulai terlihat di pasar saham Asia.

Selain faktor tersebut, sikap wait and see dari para investor dan trader menjelang rapat FOMC pada dua hari ini (Selasa-Rabu) dijadikan momentum untuk tidak terlalu agresive mendekap USD sekaligus mencicil profit yang telah dikoleksi selama dua pekan terakhir.

Secara general, sentiment pasar nampaknya mengerucut pada persepsi bahwa Fed akan mulai mereduksi pembelian obligasi secara lebih cepat, sehingga menjadi faktor katalis performa impresif USD.

Di sisi lain, dominasi buyers atas Oil sejak akhir pekan kemarin mulai memudar, menyusul  data pengeboran dari laporan Baker Huges  untuk minyak mentah dan gas, naik sebanyak sembilan menjadi 512 hingga akhir pekan 17 September 2021 kemarin.

Namun, mencuatnya kasus Evergrande, dari aspek sentiment, segera menahan Oil untuk tidak tergelincir lebih jauh. Dengan alasan dasar bahwa pasar global berpotensi mengalami goncangan dari rapuhnya ekonomi Cina—sebagai konsumen terbesar kedua minyak dunia.

Faktor tersebut yang ditopang dengan alasan teknikal, yaitu kuatnya support dinamis antara Lower Bollinger Bands dan EMA 200 pada grafik H4 (69.96-69.48) merupakan kombinasi erat untuk menahan (sementara) laju penurunan Oil lebih lanjut dan sejenak membuka ruang gerak koreksi naik tipis bagi Oil.

Related posts