Header Ads

Yuan Bergerak Dekat Level Terendah

Seiring para investor yang mencari perlindungan dari potensi terjadinya default terhadap China Evergrande, para trader memburu safa haven Dollar dan Yen, dan membuat nilai Yuan bergerak di dekat level terendahnya dalam hampir sebulan terakhir.

Sementara itu Dollar Selandia Baru juga mengalami tekanan setelah asisten Gubernur Reserve Bank of New Zealand sedikit meredam pertaruhan pasar terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan depan, menyusul pidato dari Asisten Gubernur Christian Hawkesby yang mengisyaratkan bahwa bank sentral akan bergerak dalam kenaikan 25 basis poin.

Kepala penelitian di perusahaan pialang Pepperstone di Melbourne, Chris Weston mencatat bahwa sepertinya pasar tengah menunggu sesuatu dari otoritas Cina selama akhir pekan untuk menenangkan pasar dan membatasi kekhawatiran penularan dari potensi default Evergrande yang semakin meningkat, dimana para pedagang merasakan gejolak kredit akan terjadi.

Selain itu analis di Wells Fargo memperkirakan nilai tukar Dollar akan berada di kisaran 6.60 per Yuan di bulan depan untuk pertama kalinya sejak November tahun lalu.

Mata uang Yen kembali melemah sekitar 0.2% menjadi 128.50 terhadap mata uang Euro, masih masih mendekati level tertingginya di 128.15, level yang tidak terlihat sejak 20 Agustus lalu, sedangkan Dollar mencatat kenaikan 0.18% menjadi 109.58 Yen yang berhasil mencatat pemangkasan beberapa kerugian di sesi perdagangan semalam.

Bank of Japan dijadwalkan akan memutuskan kebijakan moneternya di hari Rabu besok, dan nampaknya tidak akan ada perubahan yang diharapkan untuk program stimulus dalam skala besar-besaran.

Saat ini sentimen pasar tengah mengalami guncangan akibat dari potensi penularan gejolak kredit dari Evergrande, yang mencoba mengumpulkan dana untuk membayar sejumlah pemberi pinjaman, pemasok dan investor, yang mana batas waktu pembayaran bunga sebesar $ 83.5 juta kepada salah satu obligasi yang jatuh tempo di hari Kamis lusa, dan perusahaan tersebut masih memiliki kewajibat sebesar $ 305 milliar.

Pada awal pekan ini pihak regulator Cina telah memperingatkan bahwa kebangkrutan perusahaan dapat memicu risiko yang lebih luas dalam sistem keuangan negara jika tidak stabil, dimana indeks saham Hangseng Hong Kong mampu mendikte arah pergerakan Aussie dan mata uang terkait komoditas lainnya dalam waktu dekat.(WD)

Related posts