Bursa Asia Didukung Keputusan The Fed

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia mencatat kenaikan di awal perdagangan hari ini, setelah Federal Reserve AS yang menyatakan bahwa terlalu dini untuk mempertimbangkan menarik kembali dukungan darurat untuk ekonomi AS, ditambah dengan Presiden Joe Biden yang telah mengumumkan rencana paket stimulus senilai hingga $ 1.8 triliun.

Setelah mengumumkan kebijakan suku bunga yang tetap dipertahankan di kisaran rendahnya, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa belum saatnya untuk membahas setiap perubahan dalam kebijakan setelah pihaknya juga mempertahankan program pembelian tetap tidak berubah, meskipun menetapkan pandangan yang lebih optimis mengenai pemulihan ekonomi AS.

Komentar Powell tersebut muncul sebelum pidato pertamanya di depan Kongres Presiden Joe Biden mengenai paket bantuan dalam jumlah besar untuk sektor rumah tangga keluarga dan pendidikan.

Sebelumnya The Fed telah mengakui adanya perkembangan dalam aktifitas domestik, namun bank sentral AS tidak memberikan tanda bahwa pihaknya siap untuk mengurangii dukungan yang luar biasa untuk langkah pemulihan.

Sementara Presiden Joe Biden telah meluncurkan paket bantuan, meskipun Partai Republik yang menentang adanya lebih banyak stimulus, sehingga mengkhawatirkan mengenai hutang yang akan membengkak.

Namun demikian ada kekhawatiran di antara sejumlah ekonom bahwa langkah pendanaan secara besar-besaran dari pemerintah dapat memicu kenaikan inflasi, yang mana banyak yang memperkirakan laju inflasi yang lebih tinggi hanya akan bersifat sementara, dengan mengacu pada pasar tenaga kerja yang berada di bawah level puncaknya sejak Februari 2020 lalu.

Sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja yang akan dirilis hari ini, survei dari Reuters memperkirakan sebanyak 549 ribu orang akan mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu, meskipun klaim telah mengalami penurunan dari rekor 6.146 juta di awal April 2020 lalu, namun klain tersebut tetap jauh di atas kisaran 200 ribu hingga 250 ribu yang dinilai sebagai acuan untuk melihat pasar tenaga kerja yang sehat.

Kekuatan pertumbuhan ekonomi mendapat dukungan dari tingkat kepercayaan konsumen yang menguat ke level tertingginya dalam 14 bulan di awal periode kuartal kedua, berkat dukungan stimulus fiskal dan perluasan program vaksinasi Covid-19 bagi seluruh warga dewasa.(WD)

Related posts