Header Ads

Bursa Asia Menguat Didukung Data PMI Cina

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia mencatat kenaikan di sesi perdagangan hari ini, setelah data terbaru menunjukkan sektor manufaktur Cina mengalami pertumbuhan lebih dari yang diharapkan selama bulan Juni, sehingga memberikan harapan bagi ekonomi global yang hingga kini masih berjuang untuk pulih dari dampak pandemi Corona yang luas.

Indeks MSCI untuk bursa saham kawasan Asia Pasifik di luar Jepang, mencatat kenaikan 0.9%, sementara indeks saham berjangka AS, S&P 500 e-mini mencatat kenaikan hingga 0.235, indeks saham Nikkei mencatat kenaikan hingga 2% yang sedikit mengesampingkan perkiraan penurunan yang lebih besar dari produksi industri Jepang.

Sentimen yang terjadi di kawasan Asia tidak terlepas dari dukungan kenaikan yang dialami oleh bursa Wall Street semalam, menyusul data perumahan yang kuat, serta dukungan lebih lanjut dari hasil survei di Tiongkok yang menunjukkan peningkatan aktifitas di sektor manufaktur yang lebih luas.

Meskipun dibuka dengan kenaikan hingga 1.18% di sesi pembukaan perdagangannya, namun saat ini pergerakan bursa saham Hong Kong sedikit terpengaruh oleh pengesahan Undang-Undang keamanan oleh pihak parlemen Cina yang akan meningkatkan kendali dari pemerintahan Beijing terhadap wilayah bekas jajahan Inggris tersebut.

Secara keseluruhan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia masih dijalur penurunan selama paruh pertama tahun ini, yang mana ini menggarisbawahi semakin parahnya kerugian yang diderita akibat pandemi serta tantangan terhadap potensi gelombang kedua dari infeks virus yang terus meningkat sehingga menghantam harapan terhadap pemulihan yang lebih cepat.

Rahul Khare selaku analis di ANZ Research mengatakan bahwa pergerakan pasar yang terjadi semalam dinilai tidak terlalu besar, namun para investor justru mendapat kesan yang berbeda bahwa kondisi pasar saat ini mendapat dukungan dari ekuitas yang menguat akibat sejumlah data yang solid serta reli yang terjadi di pasar obligasi seiring berita terkait Covid-19 yang membawa sentimen positif.

Selama periode kuartal kedua tahun ini, sejumlah bursa saham di luar Jepang, dinilai telah berada di jalur kenaikannya hingga 17.8% sehingga berpotensi mencatat kenaikan dalam periode triwulanan terbesarnya sejak kuartal ketiga 2009 silam, dan saat ini sejumlah pasar saham telah mendapat dukungan tambahan karena beberapa investor melakukan penyesuaian posisi pada hari perdagangan terakhir di kuartal ini.

Sementara itu data PMI manufaktur Cina, menunjukkan aktifitas pabrik di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut telah tumbuh selama empat bulan berturut-turut pada bulan Juni, serta ditambah PMI sektor jasa Cina yang juga berkembang di laju yang lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya.(WD)

Related posts