Bursa Cina Anjlok Akibat Kekhawatiran Pasar

Akibat kekhawatiran terhadap aturan pemerintah yang keras setelah pemerintahan Beijing melarang les untuk mencari keuntungan dalam mata pelajaran sekilah inti serta pembatasan investasi asing, telah menimbulkan tekanan bagi sektor pendidikan dan properti yang menyebabkan bursa saham Cina anjlok di sesi perdagangan awal pekan ini.

Saham Scholar Education Group yang terdaftar di Hong Kong jatuh lebih dari 40% pada Senin pagi setelah mengalami aksi jual, sementara saham dari perusahaan yang menyediakan layanan bimbingan dan persiapan ujian di Cina, Hong Kong New Oriental Education & Technology Group Inc kehilangan lebih dari sepertiga nilainya setelah bursa saham AS anjlok lebih dari 50% pada sesi perdagangan akhir pekan kemarin.

Dengan demikian sub-indeks pelacakan untuk sektor pendidikan dan sektor terkait, mengalami penurunan yang tajam, sehingga indeks CSI Education mencatat penurunan hingga 9% dan indeks Hang Seng Tech juga mengalami penurunan hingga 4.22%.

Guncangan di sektor les privat senilai $120 miliar di China menyusul pengumuman Beijing pada hari Jumat tentang aturan baru yang melarang les mencari keuntungan dalam mata pelajaran sekolah inti untuk mengurangi tekanan keuangan pada keluarga.

Pada saat yang bersamaan para investor juga merasa khawatir terhadap upaya pemerintah untuk mengendalikan sektor properti yang berada dalam kondisi “overheat”, dinilai juga merugikan perusahaan terkait dan mengirim indeks CSI 300 real estate turun lebih dari 4%, yang mempengaruhi indeks Hangseng Properties turun 1.7%.

Indeks CSI300 blue-chip China turun lebih dari 2% ke posisi terendah lebih dari 10 minggu, Shanghai Composite Index turun 1.52% ke level terendah dua bulan dan indeks Hang Seng tergelincir sebanyak 2.65% ke level terlemah sejak 29 Desember.

Dalam hal ini pihak media melaporkan bahwa bank sentral Cina telah memerintahkan pemberi pinjaman di Shanghai untuk menaikkan tingkat pinjaman hipotek untuk pembeli rumah pertama kalinya, seiring pernyataan dari Kementerian Perumahan di hari Jumat lalu yang mengatakan bahwa pemerintah Cina akan berusaha untuk membersihkan penyimpangan di pasar properti dalam tiga tahun kedepan.

Dalam sebuah catatannya ekonom di Nomura menyebutkan bahwa pihaknya percaya bahwa ekonomi Cina, khususnya sistem keuangannya, akan menghadapi risiko signifikan dalam beberapa bulan mendatang karena tindakan pengetatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diterapkan di sektor properti.(WD)

Related posts