Header Ads

Bursa Eropa Menguat Didukung Data Ekspor Cina

Bursa saham Eropa mencatat kenaikan di sesi perdagangan hari ini seiring kenaikan mengejutkan dalam data ekspor Cina yang membayangi serangkaian hasil suram lainnya serta adanya peringatan dari Air France-KLM bahwa permintaan bisa memakan waktu beberapa tahun untuk kembali pulih.

Bursa Pan-European STOXX 600 mencatat kenaikan 0.6%, dipimipin oleh kenaikan sektor ritel, pertambangan dan real estate.

Perusahaan pengecer mode online asal Jerman, Zalando terpantau melonjak 10.2% setelah pihaknya mengatakan bahwa mereka telah pulih pasca kebijakan lockdown serta mengharapkan kembalinya profitabilitas setelah membukukan kerugian di kuartal pertama.

Pasar ekuitas global terpantau stabil setelah pemerintah Beijing melaporkan kenaikan ekspor di bulan April sebesar 3.5%, yang didukung oleh sektor pabrik yang memulai kembali aktifitas produksinya, yang mana data ini sedikit membingungkan sejumlah kalangan pasar menyusul ekspektasi penurunan tajam sebelumnya.

Wakil Kepala Ekuitas Eropa di Aberdeen Standard Investments di London, Will James mengatakan bahwa reaksi pasar pada umumnya mendapat dorongan dari sejumlah hal yang tidak berubah menjadi lebih buruk, dan kemungkinan ada sedikit risiko untuk memperkirakan jalur pemulihan yang sama di kawasan Eropa serta tempat lainnya seiring keterlibatan kondisi Cina.

Saham Eropa telah mampu bertahan di dekat level tertingginya dalam dua bulan di tengah harapan bahwa pelonggaran kebijakan lockdown akan memicu rebound dalam kegiatan ekonomi.

Akan tetapi timbulnya ancaman sengketa perdagangan AS-Cina terbaru, telah menimbulkan sentimen di pasar setelah Sekretaris Negara AS Mike Pompeo memperbarui kecamannya yang agresif terhadap China, seraya menyalahkan Cina atas kematian ribuan orang yang terpapar Covid-19.

Selain itu sejumlah prakiraan pendapatan yang mengecewakan juga membayangi, setelah saham Air France merosot 3.8% karena mereka memperkirakan kerugian operasi yang semakin luas secara signifikan di periode April-Juni, menyusul 95% aktifitas penerbangan akan tetap ditangguhkan.

Sementara saham pemilik British Airways, IAG tercatat turun hampir 2.8% setelah memperingatkan bahwa permintaan penumpang tidak akan kembali ke tingkat sebelumnya sampai 2023, dan akan berusaha untuk menunda pengiriman 68 pesawat.

Selain itu kelompok telekomunikasi terbesar di Inggris, BT mencatat penurunan hingga 7.1%, yang merupakan penurunan terbesar di indeks FTSE 100, setelah pihaknya menunda dividen hingga periode 2021-2022 serta menarik prospek keuangan mereka akibat dampak dari pandemi Covid-19.(WD)

Related posts