Bursa Eropa Naik Ditengah Harapan Berlanjutnya Stimulus

Bursa saham Eropa mencatat kenaikan tipis di sesi perdagangan awal pekan ini, seiring optimisme atas dibuka kembalinya kebijakan lockdown di sejumlah negara-negara Eropa serta adanya tanda-tanda lebih banyak stimulus untuk ekonomi Eurozone yang terkena dampak pandemi sehingga membantu sentimen pasar.

Indeks saham Eurozone STOXXE mencatat kenaikan 0.9%, dengan STOXX 600 pan Eropa yang juga mencatat kenaikan 0.6% serta indeks DAX Jerman yang naik 1.2%.

Saham perusahan Jerman Bayer AG, yang membantu memberikan dukungan terbesar bagi kenaikan indeks DAX, mencatat kenaikan 6.3% setelah pihaknya mengatakan telah membuat kemajuan dalam mencari penyelesaian terhadap klaim Rounded Weedkiller yang menyebabkan kanker.

Sementara itu perusahaan konglomerat medua asal Perancis, Lagardere SCA mencatatkan lonjakan nilai sahamnya hingga 9.6%, setelah Bernard Arnault selaku miliarder yang berada di belakang kelompok perusahaan fashion mewah LVMH, telah setuju untuk membeli saham di perusahaan induk milik miliarder Arnauld Lagardere.

Secara keseluruhan volume perdagangan tercatat lebih rendah, seiring pasar AS, Inggris dan beberapa negara di kawasan Asia ditutup terkait liburan Memorial Day, Memorial Day dan Hari Raya Idul Fitri.

Meskipun ketegangan antara AS dan Cina mengalami peningkatan dan menghambat pemulihan pasar ekuitas di bulan ini, namun para investor tetap fokus terhadap tanda-tanda positif bahwa semakin banyak ekonomi di Eropa yang akan kembali beraktifitas.

Pihak berwenang Prancis melaporkan kenaikan harian terkecil dalam kasus virus corona baru dan kematian yang diakibatkan oleh pandemi tersebut, sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada akhir pekan kemarin mengatakan bahwa pihaknya telah mengatur untuk membuka kembali sektor pariwisatanya di bulan Juli mendatang.

Sementara itu sebuah survei dari Ifo Institute menunjukkan bahwa German business morale untuk bulan Mei, telah pulih setelah mengalami penurunan drastis di bulan sebelumnya, dan salah seorang ekonom mengatakan bahwa negara ekonomi terbesar Eropa tersebut mulai melihat titik terang bagi laju perekonomiannya.

Semakin tingginya harapan terhadap lebih banyak stimulus juga masih menghiasi pasar Eropa, setelah risalah pertemuan kebijakan terbaru dari European Central Bank mennunjukkan bahwa mereka siap untuk memperluas program Pandemic Emergency Purchase Scheme pada Juni mendatang, dengan catatan data ekonomi di kawasan Eropa mampu menjamin langkah tersebut.(WD)

Related posts