Header Ads

Bursa Saham Asia Bergerak Cenderung Mix

Hingga memasuki sesi pertengahan perdagangan waktu Asia siang hari ini, pergerakan bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi seiring ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan laju inflasi secara global yang menekan obligasi sekaligus mendorong komoditas, di tengah kenaikan imbal hasil riil yang membuat para investor menilai secara lebih luas terhadap pasar ekuitas.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang bergerak dalam kecenderungan datar, setelah sebelumnya merosot dari rekor tertingginya di pekan lalu akibat melonjaknya imbal hasil AS yang membuat para investor merasa gelisah, sementara indeks Nikkei Jepang terpantau menguat 0.8%, Kospi mencatat kenaikan 0.1%, namun saham blue-chip Cina justru merugi hingga 1.4%.

Saat ini pasar obligasi mengalami gejolak akibat dari prospek pemulihan ekonomi yang lebih kuat serta pinjaman yang lebih besar menyusul paket stimulus dari Presiden AS Joe Biden senilai $ 1.9 triliun yang berlanjut.

Terkait akan hal tersebut Christian Keller selaku kepala penelitian ekonomi di Barclays, mengatakan bahwa kurva imbal hasil terus meruncing akibat dari penurunan tingkat infeksi Covid-19, pembahasan mengenai rencana pembukaan kembali aktifitas ekonomi global serta paket stimulus fiskal AS dalam jumlah besar yang kemungkinan besar akan terjadi.

Lebih lanjut Keller menilai bahwa pada prinsipnya hal ini menandakan prospek pertumbuhan jangka menengah yang lebih baik bagi AS dan sekutunya, seiring kurva imbal hasil inti lainnya yang bergerak ke arah yang sama, sementara itu bank sentral AS nampaknya akan melihat sejauh mana kurva akan terbentuk dari kenaikan inflasi di tahun ini.

Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun telah mencapai 1.38%, menembus level psikologis 1.30% dan membawa kenaikan untuk tahun ini sejauh 43 basis poin, yang mana analis di Bank of America mencatat bahwa obligasi 30 tahun telah mengembalikan hingga -9.4% di tahun ini, yang merupakan awal terburuk sejak 2013 silam.

Pada pekan ini pasar akan menantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang akan menyampaikan testimoni di depan Kongres AS dan kemungkinan besar akan mengulang komitmennya dalam menjaga kebijakan akomodatifnya selama diperlukan dalam memberikan dorongan bagi laju inflasi yang lebih tinggi.(WD)

Related posts