Bursa Saham Eropa Kembali Mengalami Tekanan

Bursa saham Eropa tergelincir di sesi perdagangan hari ini seiring semakin ketatnya kebijakan pembatasan aktifitas ekonomi di seluruh benua Eropa serta timbulnya keraguan terhadap stimulus terbaru AS menjelang pemilu presiden sehingga mengesampingkan laporan pendapatan yang lebih kuat dari bank UBS asal Swiss.

Pan European Index STOXX 600 mencatat penurunan 0.1%, menyusul pelemahan yang terjadi di pasar saham Asia sebelumnya, CAC 40 Perancis bergerak dalam kecenderungan datar di sesi awal perdagangannya setelah sempat dihentikan pada hari Senin kemarin.

Pasar saham Eropa yang dijalankan oleh Euronext telah melanjutkan perdagangan secara normal seiring operator perdagangan bertujuan untuk memulihkan layanan secara penuh setelah sempat mengalami gangguan teknis di hari sebelumnya.

Sejumlah laporan pendapatan menjadi sebuah titik terang bagi pergerakan saham untuk pekan ini, seperti UBS yang melaporkan kenaikan laba kuartalan hingga 99% seiring perputaran besar di pasar global sehingga nilai saham mereka naik hingga 2.1%.

Selain itu saham SwedBank asal Swedia naik 0.9% menyusul laporan kenaikan laba bersih kuartalan yang lebih besar dari perkiraan awal, dibantu oleh pasar saham yang kuat serta pendapatan komisi bersih.

Irlandia mengumumkan beberapa kendala COVID-19 terberat di Eropa pada hari Senin, sementara Italia, Spanyol, dan Inggris juga memberlakukan pembatasan untuk membatasi penyebaran virus, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi dampak ekonomi.

Nampaknya gelombang kasus infeksi baru virus corona di belahan benua Eropa menjadi salah satu faktor penghambatan pasar dalam skala yang luas dan rentang waktu yang lama untuk mampu mencapai pemulihan sebelum terjadinya krisis kesehatan saat ini.(WD)

Related posts