Header Ads

Ekuitas Menguat Seiring Spekulasi Suku Bunga Rendah

Mayoritas bursa saham mencatat kenaikan di sesi perdagangan awal pekan ini, menyusul spekulasi yang beredar bahwa tingkat suku bunga masih akan berada di kisaran rendah seiring surutnya tekanan inflasi, sementara itu harga minyak dan gas mengalami lonjakan setelah terjadi cyber attack terhadap jaringan operator pipa AS yang menimbulkan kebingungan di pasar komoditi.

Hingga siang hari ini indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terpantau mencatat kenaikan 0.3%, bursa saham Australia mencapai level tertinginya dalam lebih dari satu tahun yang didukung oleh keuntungan saham-saham sektor penambang, demikian pula dengan bursa saham Jepang yang naik 0.53%, namun bursa saham Cina justru mengalami penurunan 0.74%.

Sementara itu EuroStoxx 50 berjangka mencatat kenaikan 0.42%, indeks DAX Jerman menguat 0.32% dan indeks FTSE futures Inggris bergerak 0.37% lebih tinggi, yang menunjukkan perdagangan awal yang kuat bagi sesi Eropa di siang hari ini.

Pada Jumat kemarin data NFP AS menunjukkan laju pertumbuhan pekerjaan yang secara tidak terduga mengalami perlambatan di bulan April, yang tetap memberikan kenaikan bagi pasar ekuitas namun justru memberikan tekanan terhadap Dollar dan imbal hasil Treasury AS.

Komoditas minyak dan bensin berjangka mampu memperpanjang kenaikan dan berhasil meraih keuntungan, pasca terjadinya cyber attcak yang menutup jaringan operator pipa di AS, yang menyediakan hampir setengah dari pasokan bahan bakar di wilayah pantai timur AS.

Terkait akan hal ini, Chris Weston selaku kepala penelitian di perusahaan broker Pepperstone Melbourne, mencatat bahwa hal ini tentu saja akan memberikan dorongan mundur bagi jadwal pengurangan The Fed, yang kemungkinan hingga bulan Desember mendatang dari ekspektasi sebelumnya di akhir bulan Agustus, yang dicapai pada saat perhelatan Jackson Hole Symposium.

Selain itu tingkat penggajian yang melambat dinilai bagus bagi perdagangan reflasi, menyusul greenback yang melemah di seluruh spektrum valas, dan pihaknya juga melihat adanya penawaran yang kuat terhadap indeks ekuitas dan kontrak berjangka yang mampu menorehkan kenaikan.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, sejumlah investor telah meningkatkan taruhan mereka bahwa laju pemulihan ekonomi AS yang kuat, akan memaksa Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunga lebih cepat dari jadwal yang dipaparkan oleh pihak Bank Sentral AS, akan tetapi data non-farm payrol yang lemah menyebabkan terjadinya pembalikan cepat di perdagangan sekaligus menimbulkan fluktuasi di saham, obligasi dan mata uang utama dunia.

Saat ini fokus para pelaku pasar akan bergeser kepada data indeks harga konsumen AS yang dirilis pada hari Rabu lusa, yang akan memberikan petunjuk kepada investor untuk menentukan apakah mereka perlu untuk mengurangi ekspektasi inflasi secara lebih jauh atau tidak.(WD)

Related posts