Header Ads

HSBC & StandChart Diduga Terlibat Pemindahan Dana Ilegal

Nilai saham dari dua institusi perbankan yang terdaftar di bursa Hong Kong, HSBC dan Standard Chartered mencatat penurunan masing-masing sebesar 4.4% dan 3.8% di sesi perdagangan hari ini setelah media melaporkan bahwa mereka serta sejumlah bank lainnya telah memindahkan sejumlah besar dana yang diduga ilegal selama hampir dua dekade terakhir, meskipun ada tanda bahaya yang meliputi asal usul dana tersebut.

Apa yang dilaporkan oleh BuzzFedd dan artikel media lainnya berdasarkan bocoran yang menyebutkan adanya laporan mengenai aktifitas mencurigakan yang diajukan oleh bank dan perusahaan keuangan lainnya ke Financial Crimes Enforcement Network (FinCen) yang berada di bawah kendali Departemen Keuangan AS.

Pengungkapan ini telah menggarisbawahi tantangan bagi lembaga regulasi dan keuangan yang mencoba menghentikan aliran dana kotor meskipun ada investasi senilai milliaran Dollar serta denda yang dijatuhkan kepada pihak bank dalam satu dekade terakhirnya.

HSBC dan StanChart yang bermarkas di London, di antara bank-bank global lainnya, telah membayar denda miliaran dolar dalam beberapa tahun terakhir karena melanggar sanksi AS terhadap Iran dan aturan anti pencucian uang.

Laporan tersebut timbul di tengah kondisi yang sulit bagi kedua perusahaan pemberi pinjaman asal Inggris itu, yang mana keduanya telah menghasilkan sebagian besar keuntungan mereka di kawasan Asia, serta adanya guncangan yang diakibatkan oleh dampak pandemi Covid-19, ketegangan AS-Cina serta ketidakpastian politik di Hong Kong.

Suspicious Activity Reports (SAR) menunjukkan bahwa kedua bank tersebut sering melakukan pemindahan dana untuk perusahaan yang terdaftar di kawasan bebas pajak, seperti British Virgin Island dan tidak diketahui pemilik akhir dari akun tersebut.

Dalam beberapa kasus, bank terus memindahkan dana terlarang bahkan setelah pejabat AS memperingatkan mereka bahwa mereka dapat menghadapi tuntutan pidana jika mereka terus berbisnis dengan penjahat atau rezim yang melakukan tindak pidana korupsi.

Dalam pernyataannya kepada pihak Reuters pada hari Minggu kemarin, HSBC mengatakan bahwa semua informasi yang diberikan oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) bersifat historis, yang mana sejak 2012 mereka telah memulai program multi tahunan untuk memperbaiki kemampuan mereka dalam memerangi kejahatan di sektor keuangan.

Sedangkan pihak Standard Chartered menyebutkan bahwa pihaknya telah mengambil tanggung jawab untuk memerangi tindak kejahatan di sektor keuangan dengan sangat serius dan telah berinvestasi secara substansial dalam program kepatuhan mereka.(WD)

Related posts