Header Ads

Kenaikan Bursa Saham Asia Dibatasi Oleh Ketegangan AS-Cina

Pada sesi pembukaan perdagangan waktu Asia pagi ini, mayoritas bursa saham di kawasan Asia mencatat kenaikan, namun sedikit terbatas terakit kekhawatiran investor tentang meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina yang sedikit mengganggu optimisme pasar terkait dibukanya kembali aktifitas ekonomi dunia.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tengah bersiap untuk mengambil tindakan terhadap China di minggu ini atas upayanya untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong, akan tetapi Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Hubungan yang semakin buruk antara dua negara ekonomi besar dunia tersebut, akan semakin memberikan hambatan bagi ekonomi global yang telah menderita akibat pandemi virus corona.

Indeks saham Nikkei Average dibuka turun 0.1% namun saat ini kembali naik kembali ke kisaran 21300, demikian juga dengan indeks saham Kospi Korea Selatan yang kembali menguat untuk membentuk level resisten harian baru.

Sementara itu rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong telah memicu kerusuhan besar pertama di pusat keuangan Asia untuk pertama kalinya sejak tahun lalu.

Sejumlah analis menilai bahwa kenaikan harga saham yang terjadi baru-baru ini justru menunjukkan tanda-tanda kehatian-hatian dari para investor dan sangat rentan dihiasi oleh aksi profit taking.

Hal ini diutarakan oleh kepala strategi pasar di CMC, Michael McCarthy yang menilai bahwa laju pembelian saham dalam 24 jam terakhir justru memiliki kecenderungan defensif yang kuat, seiring saham-saham di sektor konsumen dan keuangan yang memimpin pergerakan pasar lebih tinggi, namun justru mengorbankan sektor teknologi dan kesehatan yang sebelumnya lebih populer di mata para investor.(WD)

Related posts