Penjualan Mobil Di Cina Mengalami Penurunan

Seiring bencana banjir di sejumlah wilayah Cina, meningkatnya kasus wabah Covid-19 di sejumlah wilayah lainnya serta kurangnya pasokan semikonduktor, telah menjadi faktor penyebab turunnya laju penjualan kendaraan di Cina selama bulan Juli, yang mencatat penurunan dalam tiga bulan berturut-turut.

China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) melaporkan bahwa pasar otomotif terbesar di dunia tersebut mengalami laju penurunan penjualan hingga 11.9% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya menjadi 1.86 juta unit.

Dalam tujuh bulan pertama di tahun ini, laju penjualan kendaraan di Cina telah mengalami lonjakan hingga 19% seiring pulihnya kondisi pasar dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi.

Lembaga CAAM mengatakan bahwa rebound penjualan tersebut akan mereda di sisa tahun 2021 ini, yang diperkirakan akan berada di bawah level yang relatif tinggi di pada tahun lalu, meskipun diperkirakan bahwa pasar akan mencatat laju pertumbuhan secara keseluruhan setiap tahunnya.

Salah seorang eksekutif senior di CAAM memperingatkan bahwa kekurangan pasokan chip global, yang telah menyebabkan produsen mobil membatasi produksinya, nampaknya tidak akan mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut dalam waktu yang lebih cepat, setelah pandemi berkecamuk di sejumlah besar negara di dunia.

Pada bulan Juli lalu ada satu titik terang bagi pasar otomotif Cina untuk melanjutkan penjualan yang lebih kuat di produk kendaraan energi terbarukan, yang mencatat peningkatan lebih dari dua kali lipat menjadi 271 ribu unit, termasuk kendaraan listrik bertenaga batere, jenis hybrid vehicle berbahan bakar bensin-listri plug in serta kendaraan berbahan bakar sel hidrogen.

Saat ini pemerintah Cina tengah mempromosikan kendaraan go-green yang diproduksi oleh Nio Inc, Xpeng Inc serta BYD Co Ltd untuk memperluas kapasitas produksi di Cina.(WD)

Related posts