Harga Rumah Inggris Mengalami Lonjakan

Menyusul perpanjangan kebijakan keringanan pajak atas penjualan properti yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak, lembaga pemberi pinjaman hipotek Nationwide melaporkan harga rumah Inggris yang mengalami lonjakan hingga 2.1% di bulan April, sekaligus mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari 17 tahun.

Saat ini harga rumah berada 7.1% di atas level harga di bulan yang sama setahun sebelumnya, dan mendekati tingkat pertumbuhan di bulan Desember di angka 7.3%, yang menjadi harga tertingginya dalam hampir enam tahun terakhir, pasca kebijakan lockdown yang mendorong permintaan yang lebih luas terhadap perumahan.

Kepala ekonom di Nationwide, Robert Gardner mengatakan bahwa sama seperti ekspektasi terkait berakhirnya “stamp duty holiday” yang menyebabkan melambatnya pertumbuhan harga rumah di bulan Maret lalu, demikian pula yang terjadi saat kebijakan keringanan pajak diperpanjang sehingga mempercepat laju pertumbuhan harga di bulan April ini.

Dengan tidak adanya biaya materai, sebagai pajak utama atas pembelian properti, atas pembelian rumah hingga senilai 500 ribu Poundsterling atau berkisar di $ 696,650, yang diberlakukan sebelum akhir bulan Juni mendatang dam juga kebijakan pemangkasan harga hingga 250 ribu Poundsterling untuk pembelian properti pertama yang akan bebas pajak hingga akhir September mendatang.

Selain mendorong kenaikan harga properti, pembebasan pajak juga memberikan kontribusinya terhadap peningkatan tajam terhadap jumlah penjualan properti di tahun lalu.

Sementara itu pihak Nationwide juga menyampaikan bahwa ada ruang bagi harga rumah untuk mencatat kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang seiring pasokan perumahan yang cukup stabil serta keinginan yang berkelanjutan untuk pindah sebagai akibat dari pandemi Covid-19, yang mana mengurangi permintaan terhadap rumah kecil di pusat kota.

Namun demikian Gardner mengatakan lebih lanjut bahwa aktifitas ini berpotensi mengalami perlambatan di akhir tahun ini, yang kemungkinan perlambatan ini akan berjalan secara tajam, jika pengangguran mengalami peningkatan seperti yang diprediksikan oleh sebagian besar ekonom.(WD)

Related posts